Mengapa Enterpreneur Sukses Cenderung Suka Berpakaian Santai ?
Sebagian
entrepreneur yang memiliki tingkat kesuksesan di atas rata-rata
memperlihatkan kecenderungan untuk mengenakan pakaian-pakaian santai dalam
kegiatan penting sekalipun. Kita bisa lihat gaya berpakaian Steve Jobs dengan
kaos turtleneck hitamnya dan sepatu kets New Balance-nya, Mark Zuckerberg dengan
kaos abu-abu dan jaket bertudung, Sergey Brin dengan sepatu olahraga gaya
bertelanjang kaki FiveFingers, dan sebagainya. Di tanah air juga kita bisa lihat
Bob Sadino yang selalu berpakaian yang santai dengan celana pendeknya.
Di Silicon Valley, tren berpakaian cuek ala gelandangan ini sudah
lazim. Kata konsultan Tom Searcy pada NewYorker.com,”Saya memiliki beberapa
klien Silicon Valley yang super sukses tapi berpakaian denim yang sobek, sepatu
Vans dam kaos biasa. Menurutnya, gaya berpakaian santai menjadi simbol status
tertinggi terutama jika menghadiri rapat bisnis penting. Gaya pakaian ini tentu
saja terlalu riskan diadopsi staf perusahaan biasa.”
Mereka yang sudah sangat sukses biasanya tidak takut jika dikritik
atau dimarahi karena pakaiannya yang berbeda. Para entrepreneur super kaya ini
juga merasa bebas untuk menentukan gaya pakaiannya tak peduli aturan berpakaian
orang-orang di sekitarnya. Yang terpenting ia merasa nyaman dan bebas.
Hipotesis ini dipertegas oleh riset terbaru yang dimuat di The
Journal Of Consumer Research. Inilah yang disebut sebagai “red sneakers
effect”, sebuah nama yang merujuk pada insiden seorang pengajar di Harvard
Business School yang mengenakan sepatu kets Converse saat dalam perkuliahan.
(Newyorker/ap)

0 komentar