Nih gaes Tipe JOMBLO yang mungkin belum anda ketahui
1. TIPE SNIPER
Biasanya gaes Jomblo ini memiliki rasa percaya diri yang rendah. Layaknya seorang
sniper atau penembak jitu, kehadiran si jomblo biasanya gak pernah diketahui oleh sasarannya. Hobinya Cuma sebatas mengamati target dari jauh.
2. TIPE BANDIT KELAS TERI
Kebalikan dari tipe sniper, jomblo tipe ini mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Dia gak pernah ragu untuk menembak targetnya walaupun tembakannya sesalu meleset dari sasaran. Mungkin karena factor face kali ya .
3. TIPE POLISI BOLLYWOOD
Sebagaimana layaknya polisi di film-film india, Jomblo tipe ini kerap dating terlambat. Biasanya si jomblo muncul setelah target atau sasarannya berhasil ditaklukkan oleh orang lain atau bahkan keburu mati.
4. TIPE AGEN RAHASIA
Meskipun gak pernah ikut kursus menjahit, jomblo tipe ini mahir menggunting dalam lipatan. Untuk mendekati targetnya, si jomblo kerap menggunakan penyamaran umumnya berkedok mak comblang. Dengan demikian, dia bias berleluasa melancarkan silent movement atau pergerakan senyap tanpa mengundang kecurigaan dari saingan atau orang-orang di sekitar gebetan.
5. TIPE JAGOAN
Nah ini yang terahir gaes, jomblo tipe ini di sebut juga
high quality jomblo. Seperti kebanyakan jagoan di film, dia memiliki wajah menarik, tubuh atletis dan juga sifat cool. Di segani tema, ditakuti saingan. Kalau “nembak” gak pernah di meleset. Tapi namanya juga jagoan film, Jomblo seperti ini hanyalah cerita fiksi belaka.
Nah, udah pada tahu kan tipe-tipe jomblo apa aja . kalian termasuk tipe yang mana gaes ????!!
sumber : buku Jomblo #rapopo
You Might Also Like
Layanan pesan mobile WhatsApp yang mengirimkan pesan, foto, video dan pesan audio gratis kini memiliki lebih dari 400 juta basis pengguna bulanan. Angka tersebut merupakan peningkatan yang cepat dari 350 juta pengguna aktif pada Oktober dan menjadikan WhatsApp layanan pesan mobilecross-platform terbesar di dunia.
Aplikasi berbasis di California ini memiliki pengguna aktif bulanan melebihi Twitter (232 juta) dan berada tepat di belakang Facebook (1.2 miliyar). WhatsApp berada di garis depan fenomena global di mana layanan pesan terlihat memaksa pengguna menjauh dari jejaring sosial tradisional dan dalam beberapa tahun terlihat terjadi penurunan revenue untuk layanan SMS.
Pesaing terdekat WhatsApp adalah platform pesan LINE yang mengklaim memiliki 300 juta pengguna terdaftar tapi tak mengungkapkan jumlah pengguna aktifnya. Tak jauh di belakangnya platform asal Cina, WeChat dengan 270 juta pengguna terdaftar dan platform asal Korea Selatan KakaoTalk dengan 110 juta pengguna terdaftar. Ada pula Kik, layanan pesan mobile dari Kanada yang mengklaim 100 juta pengguna terdaftar dan populer di kalangan remaja dan siswa di Amerika Serikat.
Hebatnya, WhatsApp mencapai angka lebih dari 400 juta pengguna aktif tanpa mengeluarkanbudget untuk iklan. Co-founder dan CEO Jan Koum dalam sebuah pernyataan email mengucapkan terima kasih kepada setiap pengguna setia layanannya untuk dukungan mereka selama beberapa tahun ini.
Dalam status message flow-nya WhatsApp menulis bahwa layanannya telah menerima 32 miliar gambar dan mengirimkan 500 juta gambar perhari. Angka tersebut di atas 400 juta gambar yang diterima perhari oleh Snapchat, perusahaan yang dikabarkan menolak akuisisi Facebook senilai US$3 miliar.
Tak seperti layanan pesan besar lainnya seperti WeChat, LINE, dan Kik, WhatsApp belum membuat platform di mana penggunanya bisa memainkan game, streaming video YouTube atau membeli stiker digital. WhatsApp justru menawarkan langganan berbayar pertahun sebesar US$ 1 setelah pemakaian gratis selama setahun. Sejauh ini model bisnis sederhana ini tetap memberikan keuntungan bagi perusahaan.
WhatsApp adalah layanan pesan mobile yang pertama kali tersedia di iPhone, sebelum akhirnya tersedia di Nokia, BlackBerry dan ponsel Android dan juga yang pertama yang paling sinkron dengan buku kontak penggunannya.
You Might Also Like
Sebagian
entrepreneur yang memiliki tingkat kesuksesan di atas rata-rata
memperlihatkan kecenderungan untuk mengenakan pakaian-pakaian santai dalam
kegiatan penting sekalipun. Kita bisa lihat gaya berpakaian Steve Jobs dengan
kaos turtleneck hitamnya dan sepatu kets New Balance-nya, Mark Zuckerberg dengan
kaos abu-abu dan jaket bertudung, Sergey Brin dengan sepatu olahraga gaya
bertelanjang kaki FiveFingers, dan sebagainya. Di tanah air juga kita bisa lihat
Bob Sadino yang selalu berpakaian yang santai dengan celana pendeknya.
Di Silicon Valley, tren berpakaian cuek ala gelandangan ini sudah
lazim. Kata konsultan Tom Searcy pada NewYorker.com,”Saya memiliki beberapa
klien Silicon Valley yang super sukses tapi berpakaian denim yang sobek, sepatu
Vans dam kaos biasa. Menurutnya, gaya berpakaian santai menjadi simbol status
tertinggi terutama jika menghadiri rapat bisnis penting. Gaya pakaian ini tentu
saja terlalu riskan diadopsi staf perusahaan biasa.”
Mereka yang sudah sangat sukses biasanya tidak takut jika dikritik
atau dimarahi karena pakaiannya yang berbeda. Para entrepreneur super kaya ini
juga merasa bebas untuk menentukan gaya pakaiannya tak peduli aturan berpakaian
orang-orang di sekitarnya. Yang terpenting ia merasa nyaman dan bebas.
Hipotesis ini dipertegas oleh riset terbaru yang dimuat di The
Journal Of Consumer Research. Inilah yang disebut sebagai “red sneakers
effect”, sebuah nama yang merujuk pada insiden seorang pengajar di Harvard
Business School yang mengenakan sepatu kets Converse saat dalam perkuliahan.
(Newyorker/ap)
You Might Also Like